Intisari Tausyiah Bengkel Hati

Setelah beberapa kali mencermati tausyiah “Bengkel Hati” dari Ustad mas Dhanu, saya coba tuliskan intisari dari materi tausyiah dari Ustad mas Dhanu. Rigkasan Siraman Qolbu Bengkel Hati di Televisi Pendidikan Indonesia setiap hari Minggu Jam 04:30 - 06:00 WIB dan hari Senin Jam 04.30 - 05.30 WIB.
Untuk pertanyaan silakankunjungi web Mas Dhanu

Senin, 19 April 2010

Kuat Seks,Tahan Lama Bercinta ,Obat Ejakulasi Dini, Impotensi

Kuat Seks,Tahan Lama Bercinta ,Obat Ejakulasi Dini, Impotensi.
Rahasia Menjadi Pria Perkasa Bagaimana Mendapatkan Orgasme Berulang Dalam Satu Sesi Hubungan Tanpa Kehilangan Stamina dan Gairah Seksual anda Tetap Membara? Kuat sex dan tahan lama di ranjang ORGASME yang KUAT Mengatasi Impotensi dan Ejakulasi Dini Metode berupa latihan sederhana lengkap dengan gambar, table dan grafik Metode 100% alami, tanpa obat-obatan, tanpa efek samping Memperbanyak jumlah sperma (kualitas dan kuantitas) Kemampuan mengendalikan ejakulasi Teknik mendapatkan Multi Orgasme Posisi Seks Paling disukai Wanita Lengkap dengan gambar peraga Bagaimana supaya anda bisa tahan selama yang anda inginkan di atas ranjang.

Jumat, 25 Desember 2009

Mata minus karena meremehkan orang lain

Mata minus karena meremehkan orang lain. Tadi pagi nonton acara bengkel hati di tpi yang diisi Ustad Danu. Di tayangan tersebut ustadz danu khusus membahas penyebab penyakit dan penyembuhannya. Menurut beliau semua penyakit ada hubungannya dengan tingkah laku kita sehari hari seperti misalnya penyakit Diabetes disebabkan karena selalu merasa nasehatnya paling benar atau jika menyuruh pada suami/istri/anak harus di jalani walaupun sebenarnya dia tidak mampu.

Nah yang membuat saya agak tercengang adalah penyakit mata minus, menurut beliau disebabkan karena meremehkan orang lain sehingga allah mengaburkan padangan. Sebelum itu yang saya tahu penyakit mata minus dikarenakan terlalu banyak nonton televisi, komputer atau kebanyakan membaca. Namun kalo dilihat dari penyebab sakit mata minus yang disebutkan ustadz danu, memang ada benarnya juga untuk saya. Mungkin secara tidak sengaja saya sering meremehkan orang lain, misalnya ketika disuruh orang tua untuk mengerjakan sesuatu tidak segera berangkat atau malas malasan, menyuruh pembantu seenaknya, dsb.Dengan demikian tentu untuk menghilangkan penyakit mata minus, saya harus menghilangkan kebiasaan buruk tersebut. Mata minus karena meremehkan orang lain.